Skip to content

Cinta Abu Hurairah Kepada Ibunya

April 24, 2013

Dahulu ibu Abu Hurairah adalah seorang yang musyrik.
Sebagai seorang muslim, Abu Hurairah senantiasa mengajak ibunya agar masuk ke dalam Islam.
Tapi apa yang dilakukan oleh ibunya?

Ibu Abu Hurairah malah membalas ajakan tersebut dengan ucapan yang jelek terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Abu Hurairah pun merasa sedih.

Sampai-sampai dia menangis dan menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Abu Hurairah berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mengajak ibuku masuk Islam. Tapi dia tidak mau menurutiku. Satu hari aku mengajaknya lagi. Tetapi dia malah mengucapkan sesuatu tentangmu yang aku benci. Doakanlah kepada Allah agar memberi hidayah kepada Ibuku”.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun berdoa,
“Ya Allah, berilah hidayah kepada Ibunya Abu Hurairah.”

Abu Hurairah pun merasa sangat gembira. Beliau begitu gembira dengan doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Abu Hurairah pun pulang ke rumahnya. Ketika beliau sampai ke pintu, ternyata pintu itu tertutup. Ibu Abu Hurairah mendengar langkah kaki putranya.

Ibunya lalu berkata, “Tetap di tempatmu, wahai Abu Hurairah.” Dari luar Abu Hurairah mendengar suara gemericik air. Ternyata Ibunya sedang mandi. Ibunya kemudian memakai baju dan kerudungnya. Beliau membuka pintu dan berkata, “Wahai Abu Hurairah… Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.”

Ibu Abu Hurairah mengucapkan syahadat dan akhirnya ibu Abu Hurairah masuk Islam, doa Rasulullah pun dikabulkan oleh Allah ta’ala.

Dari kisah diatas kita bisa melihat bahwa betapa cintanya seorang anak kepada ibunya meski mendapat penolakan dari ibunya abu hurairah tidak gentar untuk selalu mengajak ibunya masuk islam dan senantiasa sabar dalam membujuknya agar ibunya bisa masuk islam seperti dirinya, maka sudah sepatutnya kita harus mengasihi dan menyayangi orangtua kita karena bagimanapun dan sampai kapanpun kita tidak dapat membalas kasih sayang mereka kepada kita.

Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Begitu bunyi ungkapan yang menggambarkan betapa besar kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya. Demikianlah realitanya. Betapapun besarnya balas budi seorang anak, ia tidak akan mampu menyamai apa yang telah diberikan orang tua kepadanya. Sudah sepantasnya seorang anak berbuat baik dan menaati perintah orang tua, selama mereka tidak memerintahkan kepada kemaksiatan.

Sumber Kisah : anakmuslim

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: